26 November 2010

atas nama kepentingan

sebuah pertanyaan : kenapa negara yang saya tempati sekarang ini penuh dengan intrik dan kepentingan yang juga ternyata menyimpan sejuta cerita yang ikut mewarnai negeri ini? kenapa ada kepentingan? well..ketika saya membaca sejarah kerajaan singosari a.k.a kerajaan tumapel yang juga penuh intrik dan kepentingan, saya masih ingat benar siapa itu ken arok, menurut saya dia adalah manusia terambisius dan licik yang saya kenal dalam buku sejarah indonesia. di dalam sejarah kerajaan tersebut yang juga pada masa itu sedang gencar-gencarnya serangan mongol karena kerajaan singosari menolak kedaulatan kerajaan mongol yang pada saat itu dipimpin oleh kublai khan namun apa yang terjadi? ternyata kerajaan singosari malah hancur, bukan oleh kerajaan mongol tapi oleh rakyatnya sendiri karena huru hara pemberontakan jayakatwang dan mungkin juga karena sebuah kepentingan para elit politik kerajaan pada masa itu. saya mencoba untuk membayangkan kondisi seperti itu dengan kondisi negeri kita sekarang. kita semua punya kepentingan dan kepentingan juga kepentingan di atas kepentingan dan kepentingan yang tidak terasa mungkin suatu saat nanti bakalan menganggu kepentingan kita. jaman soekarno yang terkenal dengan politik mercusuarnya, kita boleh bangga bahwa negeara kita merupakan salah satu negara penggagas anti kolonialisme dengan dasasila bandung hasil dari konferensi asia afrika namun Ir Soekarno lupa, pada saat itu negeri kita di rudung masalah kemiskinan yang amat sangat atau jaman orde baru yang juga membuat negeri kia menjadi salah satu macan asia dan (mungkin) terbilang aman, akan tetapi ingatan kita dilupakan oleh pembantaian sejuta manusia pada saat revolusi belum lagi pembantaian-pembantaian yang ceritanya masih samar karena pada saat itu informasi dan media ditutup mulutnya oleh sang penguasa karena demi sebuah kepentingan dan sekarang jaman reformasi yang katanya jaman kebebasan malah membuat negeri ini semakin terpuruk, tampaknya kita terkekang oleh kebebasan yang membuat orang-orang bebas sepuasnya berekspresi berbicara dan bertindak tanpa melihat hak orang lain dan akhirnya alah merugikan. jaman reformasi yang katanya bebas ternyata membuat rakyat kita menjadi pintar namun bodoh dalam kontrol emosi, gimana tidak setiap harinya kita disuguhi tayangan tentang perang antar kampung, anggota politisi baku hantam, gosip sana sini dan berita yang cenderung tidak berimbang dan pasti itu semua tentang kepentingan. dari jaman kerajaan hingga mungkin jaman anak cucu kita sepertinya negeri ini sudah menjadi hal lumrah dengan mental feodal, demi kepentingan pribadi mengatasnamakan negeri ini, demi kepentingan institusi, demi kepentingan birokrasi, demi kepentingan partai, demi kepentingan FPI, demi kepentingan ahmadiyah, demi kepentingan para pengusaha, demi kepentingan LSM dan komnas ham, demi kepentingan organisasi dan golongan atau apalah seperti kepentingan yang ada di dalam hawa nafsu kalian dan yang ada di kepala kalian, dan kita tidak akan pernah sadar bahwa diri kita sedang menanti kehancuran karena serangan dari musuh-musuh kita, musuh-musuh negeri ini yang tidak terlihat...perkenalkanlah negara atas nama kepentingan.




31 Januari 2010

bruno : the most disscusthing than borat!


awalnya saya tidak begitu menyangka ketika menyetel sebuah DVD yang berjudul BRUNO:FUNNIER THAN BORAT (dvd nya si sinjong yang dibiarkan atau disengaja disimpan terkapar di rumah si komseh) yang ada di dalam pikiran saya adalah sebuah film reality show yang mempertontonkan tentang kebodohan yang dianggap suatu komedi (seperti si borat), akan tetapi setelah di tonton sampai habis memang ini film reality komedi tapi hanya 70% dan sisanya memperlihatkan ketidak wajaran dari seorang lelaki idiot bernama bruno yang memiliki keterbelakangan mental. the comedy fake movie yang membuat saya muntah berulang kali selama 1 jam lebih menontonnya apalagi saat melihat scene sepedah jahannamnya si bruno yang selalu dia bawa kemana-mana. this movie is the most disscusthing ive ever seen!

17 Desember 2009

tongkat marathon


tyran ini ibarat tongkat marathon yang di-estafetkan dari satu tangan kekuasaan ke jenis kekuasaan lain yang bersembunyi di balik atas nama kebenaran dan keadilan sehingga sedikit demi sedikit kita bisa melihat semuanya menjadi yang paling tidak benar lalu semuanya ngotot karena merasa menjadi yang paling benar. tentunya pada saat ini adalah salah untuk menjadi benar, yang benar secara sejati adalah bagaimana caranya agar bisa menjadi bajingan tanpa perlu terlihat seperti seorang bajingan. 

15 Desember 2009

kamu adalah remote yang hilang

percuma nyuruh kepada remote yang tidak teridentifikasi keadaannya.
ruangan ini akan tetap menjadi dingin dan setiap orang akan tetap pada jalur dan keadaannya masing-masing, dan kamu masih terus berharap agar semua orang bisa seperti di dalam pikiranmu sehingga aku bisa sedikit bangga dengan skeptis yang berlebihan bahwa kamu adalah yang terbaik dari sesuatu hal yang konyol

berinspirasi dalam kebencian

waktu ketika mengantarkan saya pada suatu keadaan yang berubah serta menuntun kepada pola hidup yang baru otomatis mengantarkan saya pada cara yang baru pula ditambah kesibukan-kesibukan yang malah saya sendiri tidak begitu peduli. semenjak masa transisi ditambah masa-masa suram, masa-masa disaat saya merasa di hujani kebencian dan penghakiman massal disaat ini juga saya merasa masa menanti kebahagiaan yang sedang menanti hitungan mundurnya. segala pikiran dan persiapan untuk hal itu terus terpikirkan belum lagi ruang di kepala ini yang habis temnpatnya oleh rutinitas pekerjaan yang baru dan akhirnya saya merasa kehilangan. kesibukan membuat saya malas berteman dengan imajinasi. dan rasa malas membuat saya membisu seribu bahasa dan intinya sekarang saya berteman dengan rasa malas bahkan membaca pun jadi jarang. akan tetapi keadaan menuntun saya pada media yang mengajarkan saya bagaimana untuk membenci. lupakan cerita indah mu tentang kedamaian, lupakan imajinasi yang bisa membawa mu pada kedamaian menulis, lupakan hitungan mundurmu tentang menanti kebahagian, sekarang waktunya transisi. bagaimana mengajarkan kepicikan ini agar bisa berinspirasi dan menulis dalam kebencian dan masuk dalam kerumunan manusia-manusia berwajah damai dengan isi kepala tentang kebencian

05 Desember 2009

digital shades vol 1


pernah suatu malam saya setel CD digital shades vol 1 nya M83 hanya untuk relaksasi pikiran sebab saat itu keping CD dan lagu-lagu tersebut adalah salah satu album yang musik-musik di dalamnya bisa saya acuhkan. namun setelah beberapa saat mendengarkan dengan enjoy lantas emosi dan naluri saya berubah drastis, jika orang-orang memuja-muja "before the dawn heals us" sekarang saya baru tau, ternyata mereka salah. cinematic atau electronic avant garde dan bahkan lebih ambient dari kumpulan lagu-lagu nya brian eno. disini sangat tertata rapih seakan seperti terbang bersama pesawat unidentified flying object atau mencoba untuk terdampar di planet merkurius maka digital shades vol 1 adalah backsound nya. exploring music yang perfect, revolusi yang sangat sempurna dari anthony gonzales dan album sebelumnya yang orang-orang banyak memiliki CD nya (before the dawn heals us), seperti thom york yang mencoba untuk memainkan lagu-lagu country folk di hadapan para penggemarnya, namun tetap fresh dengan tidak meninggalkan ciri khasnya.

"Sister (Part 1)" is a transitory track, providing a bridge to another ethereal phase of soundscapes and galactic mysticism. "Sister (Part 2)" sounds like a downtempo Nine Inch Nails tune that never gets all the way off the ground. The album's closing track, "Highest Journey," is an exquisite crescendo that encapsulates the mood of the album replete with backing vocals, heavy, driving otherworldly synths and even a little sprawling guitar work approaching a nonexistent peak before subsiding to an austere piano outro that fades towards a black hole. Gonzalez has the ability to bend time and make 36 minutes stretch on for days. Shoegazing hasn’t been this enjoyable in awhile.

1. "Waves, Waves, Waves" 2:32
2. "Coloring the Void" 3:29
3. "Sister (Part I)" 2:16
4. "Strong and Wasted" 1:58
5. "My Own Strange Path" 3:49
6. "Dancing Mountains" 5:07
7. "Sister (Part II)" 2:23
8. "By the Kiss" 4:03
9. "Space Fertilizer" 2:00
10. "The Highest Journey"

16 November 2009

reflection of my life [finally akhirnya pindah juga]


I'm changing, arranging, I'm changing 
I'm changing everything, ah, everything around me

The world is a bad place, a bad place
A terrible 
place to live, oh, but I don't wanna die

All my sorrows, sad tomorrows
Take me back, to my old home 
All my cryings, feel I'm dying, dying
Take me back to my old home


* its been 5 fuckin years and i have move away from the old place to the new place...thanks GOD!