sebuah pertanyaan : kenapa negara yang saya tempati sekarang ini penuh dengan intrik dan kepentingan yang juga ternyata menyimpan sejuta cerita yang ikut mewarnai negeri ini? kenapa ada kepentingan? well..ketika saya membaca sejarah kerajaan singosari a.k.a kerajaan tumapel yang juga penuh intrik dan kepentingan, saya masih ingat benar siapa itu ken arok, menurut saya dia adalah manusia terambisius dan licik yang saya kenal dalam buku sejarah indonesia. di dalam sejarah kerajaan tersebut yang juga pada masa itu sedang gencar-gencarnya serangan mongol karena kerajaan singosari menolak kedaulatan kerajaan mongol yang pada saat itu dipimpin oleh kublai khan namun apa yang terjadi? ternyata kerajaan singosari malah hancur, bukan oleh kerajaan mongol tapi oleh rakyatnya sendiri karena huru hara pemberontakan jayakatwang dan mungkin juga karena sebuah kepentingan para elit politik kerajaan pada masa itu. saya mencoba untuk membayangkan kondisi seperti itu dengan kondisi negeri kita sekarang. kita semua punya kepentingan dan kepentingan juga kepentingan di atas kepentingan dan kepentingan yang tidak terasa mungkin suatu saat nanti bakalan menganggu kepentingan kita. jaman soekarno yang terkenal dengan politik mercusuarnya, kita boleh bangga bahwa negeara kita merupakan salah satu negara penggagas anti kolonialisme dengan dasasila bandung hasil dari konferensi asia afrika namun Ir Soekarno lupa, pada saat itu negeri kita di rudung masalah kemiskinan yang amat sangat atau jaman orde baru yang juga membuat negeri kia menjadi salah satu macan asia dan (mungkin) terbilang aman, akan tetapi ingatan kita dilupakan oleh pembantaian sejuta manusia pada saat revolusi belum lagi pembantaian-pembantaian yang ceritanya masih samar karena pada saat itu informasi dan media ditutup mulutnya oleh sang penguasa karena demi sebuah kepentingan dan sekarang jaman reformasi yang katanya jaman kebebasan malah membuat negeri ini semakin terpuruk, tampaknya kita terkekang oleh kebebasan yang membuat orang-orang bebas sepuasnya berekspresi berbicara dan bertindak tanpa melihat hak orang lain dan akhirnya alah merugikan. jaman reformasi yang katanya bebas ternyata membuat rakyat kita menjadi pintar namun bodoh dalam kontrol emosi, gimana tidak setiap harinya kita disuguhi tayangan tentang perang antar kampung, anggota politisi baku hantam, gosip sana sini dan berita yang cenderung tidak berimbang dan pasti itu semua tentang kepentingan. dari jaman kerajaan hingga mungkin jaman anak cucu kita sepertinya negeri ini sudah menjadi hal lumrah dengan mental feodal, demi kepentingan pribadi mengatasnamakan negeri ini, demi kepentingan institusi, demi kepentingan birokrasi, demi kepentingan partai, demi kepentingan FPI, demi kepentingan ahmadiyah, demi kepentingan para pengusaha, demi kepentingan LSM dan komnas ham, demi kepentingan organisasi dan golongan atau apalah seperti kepentingan yang ada di dalam hawa nafsu kalian dan yang ada di kepala kalian, dan kita tidak akan pernah sadar bahwa diri kita sedang menanti kehancuran karena serangan dari musuh-musuh kita, musuh-musuh negeri ini yang tidak terlihat...perkenalkanlah negara atas nama kepentingan.




